Review Kinerja Karyawan: Apa dan Bagaimana?

 

Employment Performance Review atau Review Kinerja Karyawan dapat menjadi sumber kecemasan, baik bagi manajer maupun, sudah barang tentu karyawan sendiri. Karena review ini dapat menjadi isu emosional bagi karyawan, Anda perlu berhati-hati dalam mempersiapkannya, dengan menentukan apa yang akan dikatakan dan bagaimana mengatakannya.

Tujuan Review Kinerja

Review kinerja harus dilakukan minimal sekali dalam setahun. Penting juga merekomendasikan untuk melakukan review setelah periode 90-hari-perkenalan, untuk menentukan bagaimana karyawan dapat cocok berada di posisi barunya dan untuk mengatur tujuan dan harapan ke depan.

Review kinerja adalah alat penting untuk mengevaluasi karyawan sehingga dapat diketahui apa yang mereka harapkan. Hal ini memberikan banyak keuntungan bagi karyawan dan membantu mereka:

–Mengatur tujuan

–Menerima informasi yang adil dan objektif terhadap bagaimana mereka bekerja

–Bertanggung jawab untuk kinerja dan kemajuan mereka

–Memperoleh pengakuan atas keberhasilan

–Memperoleh bantuan dan arahan yang dibutuhkan untuk menyempurnakan kinerja

–Mengidentifikasi dan mengatasi masalah kinerja dan perilaku.

Review kinerja harus memotivasi karyawan agar memiliki keinginan untuk memperbaiki diri. Bila karyawan hanya diberi tahu mengenai kesalahan dan kelemahan, mereka akan mulai percaya bahwa mereka tidak akan berhasil.

Dokumentasi

Dokumentasi memainkan peran penting dalam review kinerja. Menyimpan rekaman tertulis memastikan bahwa Anda dan karyawan Anda sama-sama mengerti tujuan, pengukuran, dan ekspektasi bisnis serta rencana perbaikan.

Untuk menjelaskan kriteria kinerja, Anda harus meninjau ulang persyaratan kerja dengan karyawan dan menyetujui tujuan kinerja yang berhubungan dengan tugas kerja tersebut. Anda harus ingat pada beberapa contoh hasil usaha yang dibuat oleh karyawan sepanjang tahun. Hal ini akan membantu Anda mengingat secara spesifik ketika melakukan review kinerja.

Mempersiapkan Review Kinerja

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan meeting review :

1. Atasan langsung karyawan harus meminta masukan dari semua anggota tim yang berinteraksi sehari-hari dengan karyawan, termasuk atasan lain dan manajer.

2. Karyawan dapat menyelesaikan review tertulis untuk melakukan evaluasi diri sebelum meeting review. Hal ini tidak harus dilakukan, tapi dapat membuat komunikasi yang lebih baik antara supervisor dengan karyawan dan membuat meeting review menjadi lebih produktif.

3. Atasan harus me-review tujuan dan ekspektasi dan semua kemajuan yang dibuat untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

4. Atasan menyatukan dan menyempurnakan form review. Setelah menyelesaikan form evaluasi kinerja tertulis, atasan harus membacanya dan mengecek hal-hal berikut :

–Apakah sudah berfokus pada tujuan dan job performance?

–Apakah sudah adil dan objektif?

–Apakah merefleksikan bias atau stereotip personal?

–Apakah sudah berfokus terlalu banyak pada peristiwa tunggal atau yang baru terjadi?

–Tujuan perbaikan spesifik apa yang dapat diajukan?

5. Atasan mengatur meeting review dengan karyawan, memastikan pelaksanaannya dilakukan di tempat yang privat dan nyaman.

Meeting Review Kinerja

Pertama, review kinerja karyawan sejak meeting review terakhir, misalnya :

–Kekuatan dan pencapaian yang berhubungan dengan tujuan yang dibuat pada periode terakhir

–Di mana perbaikan lebih diperlukan

–Kinerja yang rendah

–Masalah yang disebabkan oleh orang atau situasi di luar kontrol karyawan

Langkah berikutnya pada meeting review adalah menyusun tujuan-tujuan. Tujuan-tujuan tersebut mungkin bisa sama atau baru, sepanjang ada persetujuan bahwa hal tersebut penting bagi kesuksesan karyawan dan produktivitas dalam bekerja. Atasan harus membuat rencana pelaksanaan, pengukuran, dan jadwal untuk mencapai tujuan tersebut. Juga mengidentifikasi sumber-sumber yang ada (pelatihan, coaching, peralatan, dsb) yang dapat membantu karyawan mencapai tujuan yang dimaksud.

Selanjutnya, banyak perusahaan juga memasukkan kenaikan kompensasi untuk semua rating rata-rata atau di atasnya, dalam review kinerja. Umumkan gaji baru, bila ada, dan kapan gaji baru tersebut akan efektif.

Tutuplah meeting review kinerja dengan melihat secara positif menuju ke masa depan. Karyawan akan lebih ingin bekerja keras dan memperbaiki diri.

Review kinerja karyawan harus menyediakan arah, panduan, dan motivasi untuk memungkinkan karyawan mencapai kesuksesan. Review kinerja yang didisain dan diimplementasikan haruslah merupakan bagian integral dari organisasi secara keseluruhan sehingga karyawan dapat membantu perusahaan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan.

Lima Tips Review Kinerja Karyawan

1. Berkonsentrasilah pada apa yang Anda dan karyawan Anda dapat capai bersama di masa depan. Jangan gunakan review kinerja hanya sebagai alat untuk memberitahu karyawan bahwa semua yang mereka lakukan salah.

2. Selalu konsisten dan adil. Terapkan kriteria kinerja untuk semua karyawan, bukan beberapa saja.

3. Doronglah karyawan untuk melakukan evaluasi diri dan mendiskusikan kekuatan mereka. Pandangan Anda terhadap karyawan dan pandangan karyawan terhadap dirinya sendiri haruslah sesuai. Jika tidak, itu adalah pertanda buruk.

4. Jujurlah mengenai kinerja yang buruk, tapi jangan membabi buta. Dokumentasikan pengamatan Anda dalam tulisan.

5. Jika Anda merasa komunikasi yang konstan dan umpan balik dapat dilakukan, Anda dapat menghindari review kinerja. Namun jangan kirimkan pesan bahwa kinerja tidaklah dilihat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: