Mengatasi Gangguan-gangguan “Kecil”

 

Mengabarkan berita gembira tidak hanya menyenangkan, tapi juga mudah dilakukan. Seorang manajer tak perlu mencari cara khusus untuk memuji anak buahnya yang telah menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Kalau Anda merasa puas bekerja sama dengan rekan sekantor dalam sebuah proyek, Anda tak perlu susah-susah merangkai kalimat untuk menyatakan kepuasan itu.

Tapi, tidak semua kabar yang perlu disampaikan merupakan berita baik. Bayangkan kalau di kantor Anda ada karyawan yang gemar memakai baju yang terlalu ketat sehingga “mengganggu pemandangan”. Atau, rekan sebelah bangku Anda tak henti-hentinya mengajak bicara tentang masalah pribadi yang penuh keluh-kesah tak menyenangkan. Juga, bagaimana jika di antara penghuni kantor ada yang menebar BB alias bau badan?

Situasi-situasi yang mengganggu seperti itu sering menciptakan keadaan yang serba salah. Menegur mereka secara langsung bukanlah hal yang mudah dilakukan, karena salah-salah bisa menyinggung perasaan. Namun, membiarkan gangguan-gangguan kecil itu begitu saja, tak urung membuat suasana kerja menjadi tidak nyaman, dan ujung-ujungnya sudah barang tentu mengganggu produktivitas.

Jadi, bagaimana mengemas pemberitahuan itu secara positif sehingga bisa diterima dan tidak menyinggung perasaan yang bersangkutan?

Kolumnis masalah-masalah Manajemen Karyawan dan pakar psikologi organisasi sekaligus Presiden Javith Associates, Massachusetts David G. Javitch menyarankan; pertama, tempuh dulu jalan memutar: membicarakan isu tersebut tanpa menyentuh langsung pelakunya. Misalnya, dalam kasus karyawan yang suka berbusana “mengundang”, Anda bisa mem-posting sebuah artikel tentang –katakanlah– “dampak negatif tampil berlebihan di tempat kerja” di jaringan email kantor. Sehingga, semua karyawan bisa membacanya.

Dalam kasus karyawan yang menebar bau tak sedap, Anda bisa mengirim email ke semua orang yang isinya, “Kita punya beberapa karyawan yang menderita alergi tertentu. Mohon perhatikan penggunaan parfum atau lotion dan usahakan untuk menjaga bau badan senetral mungkin.”

Bagaimana jika langkah pertama tersebut tidak mempan? Javith menyarankan cara kedua, yakni dengan pendekatan personal secara langsung. Langkah ini bisa dimulai denganfeedback yang positif sebelum melangkah lebih jauh ke dalam komentar-komentar negatif dan meminta untuk berubah. Metode ini harus jelas dan to the point.

Sebagai contoh, misalnya di kantor Anda ada karyawan yang tak pernah siap dengan materi setiap kali meeting tim. Dan, Anda mulai merasa terganggu dengan situasi itu. Anda bisa memulai dengan pernyataan yang positif, “Saya sangat menghargai pekerjaan yang telah Anda selesaikan dalam tim ini.”

Baru, setelah itu masuk ke pernyataan yang negatif, “Pekan ini saya merasa Anda tidak siap sebagaimana biasanya.” Lalu, lanjutkan dengan pernyataan “permintaan untuk berubah”, “Saya ingin memastikan Anda benar-benar siap dengan data untuk meeting berikutnya.” Jangan lupa, tutup dengan pernyataan dukungan untuk membantu memberikan jalan keluar, “Apakah ada kesulitan? Ada yang bisa saya bantu untuk menyiapkan meeting berikutnya nanti?

Dalam situasi-situasi yang lebih sensitif –seperti yang melibatkan karyawan berbau badan tadi– pastikan untuk menekankan bahwa Anda “mempermasalahkan” hal itu semata karena rasa perhatian. Mulailah dengan mengatakan bahwa Anda menyadari, kadang-kadang orang memang bermasalah dengan bau badan. Jelaskan, bahwa Anda mengatakan hal itu karena ingin membantu mencarikan solusi dan sekaligus membantu kelanjutan karir dia. Tanyakan, apakah segalanya baik-baik saja dan apakah ada yang perlu dibantu.

Memberi saran konkret untuk berubah diharapkan menjadi cara yang efektif untuk membuat orang yang bersangkuran –sumber gangguan-gangguan kecil itu– berpikir dan mulai mengambil langkah untuk berubah dari situasi negatif ke positif. Dalam beberapa situasi tertentu, memang hampir mustalil untuk mengindari menyinggung perasaan orang. Tapi, sekali Anda berhasil membuat orang menyadari bahwa ada yang tidak beres pada dirinya dan itu menganggu orang-orang di sekitarnya, orang tersebut akan menghargai dan respek dengan kepedulian, kejujuran dan cara Anda.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: