Dubbing

Mengapa suara Shin-Chan begitu nakal & menggemaskan?

Mengapa suara Doraemon berubah? ( jadi lebih baik ato…?? )

Sekarang anak-anak Indonesia dapat menikmati asyiknya nonton film2 impor dalam bahasa Indonesia ( meski kita tahu sejauh mana kadar isi yang mampu diterima, diserap dan dicerna oleh anak2 ).

Di lingkungan sekitar rumah saya banyak dijumpai anak2 kecil dengan usia antara 2thn hingga 13thn.
Setiap hari terutama hari minggu, saya amati mereka gemar berebut saling bercerita tentang hebatnya para robot Gundam Seed, bodohnya si Nobita, alat2 baru yang keluar dari kantong robot kucing Doraemon, serunya duel Kamen Rider Ryuki melawan ” kelelawar ” dan para monster, atau dasyatnya gasing para lakon yang mana memiliki nama2 Inggris bin ajaib.

Namun suatu saat mereka aku undang untuk setiap hari sepulang sekolah nonton bareng bersama “teman-teman” episode “baru” Kamen Rider Ryuki yang mendahului dari siaran televisi ( mungkin dulu jg pernah juga diputar di stasiun teve lain ).
Mereka semua pada bingung dan tidak mengerti karena film yang ditonton berbahasa dewa (jepang) bertext english dan Indonesia. Tapi mereka tetap aja bersorak sorai gembira saat adegan pertarungan muncul antara para rider dengan monster.
Mereka rajin menanyakan isi cerita dan aku berusaha dengan telaten menceritakan dengan sederhana tiap2 episode karena isi muatan cerita sedikit sulit dicerna dan dimengerti mereka.
Yang lebih seru mereka selalu berteriak BERUBAH!! saat sang lakon ( Shinji/Ren ) berdiri manis didepan cermin dan kemudian setelah terkontaminasi selama 3hari kini mereka telah “pintar” berteriak HENSHIN!! tiap kali para rider akan berubah wujud:)
Aku bertanya kepada mereka ” lho kog ga berteriak Berubah lagi??”
Mereka dengan serius sdikit ngotot ” Lho koko ga tau sing asli iku Henshing!!”
( lho kakak tidak tahu kalo yang asli itu bicara Henshin!! )

Aku cuman bisa tersenyum geli.

Mengapa suara asli Jepang begitu special??

Susaa..aah menjelaskan kepada mereka yang belum pernah nonton anime yang belum diutak atik suaranya ( blm didubb ).

Coba dulu dan buktikan!!

Suara2 yang muncul dan diucapkan oleh para lakonnya akan terasa begitu alami dan sesuai dengan karakternya. Jauh dari kesan sedang membaca teks.
Mengapa begitu??

Nanti di blog berikutnya aku pengen menuangkan uneg2 tentang Apakah suatu saat di Indonesia bisa muncul sekolah Dubbing profesional??

reblog Mojokerto, 3 april 2007

http://sugwan.multiply.com/journal/item/6/Dubbing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: