bergaul

Bergaul dengan penjual parfum, kita akan jadi wangi. Bergaul dengan penjual ikan, kita akan kena bau amis. Bergaul dengan perampok, paling tidak kita juga disangka sama dengan perampok itu. Bergaul dengan orang yang shaleh akan membuat kita jadi orang yang shaleh juga. Hal itu semua berlaku di mana saja.

Anak kucing bergaul dengan anak macam, pasti dia akan berpikir dan bertindak seperti macan. Anak burung elang bergaul dengan anak ayam, pasti akan mengira dirinya adalah ayam, bahkan dia tidak tahu bahwa dia itu bisa terbang.

Ini kejadian di sebuah sekolah.
Ada 2 orang murid yang tertukar kelasnya. Yang satu adalah murid pintar dan berbakat, yang satu adalah murid bodoh alias tertinggal.

Jadi, yang pintar ini masuk ke kelas anak-anak nakal dan tertinggal. Sedangkan yang bodoh masuk ke kelas anak-anak pintar.
Kejadian ini baru ketahuan setelah pembagian raport.
Hasilnya? Si anak pintar jadi turun prestasinya, atau jadi bodoh. Si bodoh malah jadi naik drastis prestasinya karena bergaul dengan anak-anak pintar.

Dalam konteks bisnis, bagaimana kalau kita bergaul dengan orang sukses? Pasti kita juga tidak jauh levelnya dari mereka.
Saya sendiri telah merasakan hal itu. Sejak mulai rajin dengan dunia maya , saya berusaha masuk ke dalam milis lingkaran orang-orang sukses itu. Saya ikut jadi anggota Trainers Club , Manager Indonesia dll .
Dari sana saya bergaul dengan ” orang – orang cerdas ” dan pebisnis-pebisnis senior lainnya. Manfaatnya? Selain dapat ilmu dari seminar-seminarnya, saya pun dapat teman orang-orang sukses.

Salah satu rekan senior di milis sering berkata, nasib kita 5 tahun dari sekarang ditentukan oleh 2 hal:
1. Apa yang anda masukkan ke dalam otak anda,
2. Siapa yang kenal anda, maksudnya dengan siapa anda bergaul.
Itu benar. Saya setuju.

Kalau mau jadi macan, bergaullah dengan macan. Kalau mau jadi tikus, bergaullah dengan tikus.

Seorang motivator menyarankan agar kita menuliskan 10 orang yang paling akrab dengan kita. Hasilnya: kehidupan kita, keuangan kita, bisnis kita pasti tidak jauh dengan kondisi ke-10 orang dekat kita itu.
Ini jangan diartikan ekstrim lho ya. Setelah tahu ini kita jadi nggak mau bergaul dengan masyarakat atau pilih-pilih teman. Kita tetap bergaul dengan siapa saja.

Cuma, kalau pergaulan membawa efek negatif, sebaiknya diri kita dibentengi. Beruntunglah, saat ini saya dan teman-teman di Komunitas milis tersebut tergabung orang-orang yang positif, saling mendukung, saling berbagi. Ya, kalau kita saat ini tidak berada dalam lingkungan yang kita inginkan, ciptakan sendiri lingkungan itu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: