sukses itu meninggalkan petunjuk

Ya, sukses itu meninggalkan petunjuk, kata Anthony Robbins. Ada pola-pola tertentu, cara-cara tertentu, sistem tertentu yang kalau diikuti akan menghasilkan output yang kurang lebih sama dengan orang lain yang melakukannya. Masuk akal kan?

Buku klasik berjudul The Science of Getting Rich karya Wallace D. Wattles menawarkan cara-cara menjadi kaya dengan pendekatan ilmiah dan matematis. Intinya, kita tinggal mengikuti saja cara-cara itu dan hasilnya akan kurang lebih sama. Sayangnya, di sekolah kita tidak diajari ilmu-ilmu ini.

Bahkan diharamkan untuk mencontek kesuksesan orang lain. Padahal, di dunia bisnis, mana ada sih orang yang bisa sukses tanpa mencontek (baca: terinspirasi) dari orang lain?

Anda ingin membentuk tubuh jadi kekar? Carilah Ade Rai. Anda ingin jadi juara Indonesian Idol? Ikuti Elfa Secioria.
Anda ingin jago memasak? Kenapa tidak berguru kepada Rudi Choirudin?
Anda ingin sukses? Kenapa tidak berguru kepada orang yang sudah sukses?
Ingin belajar properti, ada pakarnya. Ingin belajar bisnis, banyak ahlinya. Jadi, tinggal ikutin aja pola-pola yang telah mereka rintis dan terbukti sukses itu. Simple kan?

Secara umum, ada tiga cara mencari petunjuk untuk sukses itu, kata Canfield:

1. Carilah seorang guru, pelatih, pembimbing, manual, buku, atau program audio; atau sumber dari internet untuk membantu anda mencapai salah satu tujuan utama anda.

2. Carilah seseorang yang sudah melakukan apa yang ingin anda lakukan, dan tanyai orang itu apakah anda bisa mewawancaranya selama setengah jam tentang cara terbaik melakukan rencana anda.

3. Minta izin mengikuti seseorang selama satu hari dan melihat cara mereka bekerja. Atau menawarkan diri untuk menjadi sukarelawan, asisten, atau pekerja magang untuk seseorang yang menurut anda bisa mengajari anda.

Sebenarnya yang saya tulis ini sudah “basi” sih. Sudah banyak diulang-ulang. Tapi juga diulang lagi di buku The Success Principles-nya Jack Canfield yang menjadi salah satu buku favoritnya Joe Vitale. Pengulangan adalah induk cara belajar, kata Ghazali (kalau tidak salah).

Maka, tak heran kalau di masyarakat sekitar kita ada Pak Haji yang kaya dari berjualan ikan bakar, maka akan ditiru dan diikuti oleh sanak familinya yang lain. Seorang anak belajar kepada ayahnya, kemenakan belajar kepada pamannya, seorang adik kepada kakaknya, dan seterusnya. Rupanya hal seperti ini adalah “science” atau “ilmiah” menurut Wallace, puluhan tahun lalu. Dan itu juga diamini oleh Anthony Robbins dan Jack Canfield.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: