belilah “ikan”mu sendiri

(Masa musim semi 770-476 SM catatan sejarah : Mon Loen Feng)

 

Ada Perdana Menteri yang bernama Goen Song Yee, gemar sekali makan ikan. Setiap pagi, banyak orang antri dipintu rumahnya, ingin memberi hadiah berupa ikan-ikan mahal&lezat padanya.

Melihat hal ini, Yee dengan tenang berterima kasih pada mereka atas kebaikannya, tetapi dengan tegas menolak untuk menerima satupun dari ikan-ikan itu.

Adik Goeng Song Yee yang tinggal bersama kakaknya, merasa sangat terkejut & jengkel melihat penolakan kakaknya yang dinilainya kurang rasa sopan satun sosialnya. Suatu malam dia rasa ingin tahu bertanya tentang alasan dibalik semua itu pada kakaknya.

“Sangat Sederhana”, ungkap si-PM “Untuk menghindari masalah di masa mendatang yang mungkin timbul, seorang pejabat yang bijaksana sebaiknya tak pernah membiarkan kesengan atau hobinya diketahui oleh umum. Aku memang sangat ceroboh dalam hal ini karena kegemaranku makan ikan diketahui banyak orang. Mengetahui kesukaanku, para pemberi bingkisan itu akan berusaha memuaskanku demi kepentingan mereka. Jika aku menerima pemberian mereka, maka aku berhutang pada mereka. Ketika aku membuat keputusan, secara sengaja maupun tidak aku juga akan memikirkan mereka. Aku mungkin membelokkan hukum untuk membalas kebaikan mereka. ” kata si-PM.

“Nah, jika ini terus berlanjut, maka aku memiliki resiko ditangkap&kehilangan kedudukan serta menghancurkan reputasiku. Setelah itu, siapa yang akan peduli pada seorang tawanan yang telah hancur reputasinya&tak menjabat apapun?Takkan ada yang menghargai setelah kita tak berkuasa lagi. Oleh karena itu aku dengan gigih harus menolak kedermawanan mereka. Aku mengerjakan kewajibanku sebaik2nya karena akupun sudah menerima semua hakku yaitu gajiku. Semua diluar gajiku sebagai hakku adalah harta benda korup yang tak baik.” Adiknya tertegun mendengar Si-PM.

“Karena itu aku menolak semua pemberian itu. Tanpa memiliki hutang budi pada mereka. Dengan begitu, aku bebas merdeka mengatur diriku sendiri. Dapat membuat keputusan yang tepat&tak berat sebelah. Aku dapat mempertahankan posisiku lebih lama & tetap bisa menikmati ikan yang kubeli sendiri. Karena dipenjara tidak ada ikan. Yang ada hanya sayur.”Si-PM mengakhirinya dengan tersenyum, mendengar hal itu adiknya segera meminta maaf pada kakaknya atas pemikirannya yang sempit.

“Ketahuilah adikku. Ada satu hal penting harus kamu ingat baik-baik, bahwa ….Penghargaan sejati itu diraih, bukan diberi.
Tak ada makanan yang gratis didunia ini. Seseorang harus bergantung pada TUHAN & dirinya sendiri. Bukan pada orang lain. Karena orang lain mempunyai kepentingannya sendiri-sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: